|
| Sindikasi |
|---|
Navigasi: Home
Majalah Selapa News
Edisi #1
Mukadimah
Majalah Selapa News
Edisi #1
Mukadimah | Mukadimah |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator | |
| Minggu, 01 Oktober 2006 | |
![]() Budi Gunawan Baginya, seseorang menjadi ada, seorang menjadi sesuatu, karena tindakan dan pilihannya. Bukan karena telah selesai dirumuskan oleh nubuat. Seorang resi memang pernah bertitah, pada mulanya adalah sabda dan sabda menjadi kodrat. Namun bagi Karna, pada mulanya adalah perbuatan. Dari perbuatan lahir pengetahuan dan dengan pe¬ngetahuan itu ia bisa merumuskan dirinya sendiri. Ibarat Kurusetra, Selapa adalah kawah Candra Dimuka yang menggembleng para ksatria dalam sebuah pertempuran untuk pencarian jati diri. Bukan sekedar jati diri pribadi, namun sebuah rumusan jati diri Bhayangkara negara. Dan laksana Karna, kita bukan sekedar grafik yang telah ditentukan lintasannya. Namun kita harus berbuat, bergumul untuk menjadi sesuatu, meraih pilihan yang kita canangkan. Dengan berbuat, kita menjadi katalisator bagi diri sendiri dalam proses penemuan dan peningkatan kualitas jati diri. Dalam proses tersebut kita mem¬butuhkan cermin dan juga kompas, sebagai pedoman bersama serta koordinat yang mempertautkan kita. Agar kita dapat memandang diri dengan jernih dan menentukan langkah yang hendak ditempuh serta arah yang hendak dituju. Dan kini, kita telah menjawab kebutuhan itu. Se¬buah cermin sekaligus juga kompas telah kita tetapkan. Pilihannya adalah penerbitan Majalah Selapa News, yang diharapkan dapat membawa Selapa menuju era baru. Melalui Media Selapa News inilah para ksatria-ksatria Selapa diharapkan dapat menuangkan kegelisahan yang bergolak, perenungan yang menungkik tajam, gagasan yang saling bersabung serta diharapkan tak sekedar menjadi wahana olah pikir. Namun juga menjadi cermin yang bening, agar kita dapat memandang dengan jernih, mencermati keku¬rangan dan kesalahan agar dapat lebih mengayuh kualitas, serta menemukan jati diri yang hakiki. Tanpa mengetahui jati dirinya, seorang pemimpin hanya akan menjadi nahkoda tanpa kompas, biduk tanpa sauh. Sebagai calon-calon pemimpin masa depan, apa yang dituangkan dalam Selapa News ini harus memiliki gaung yang sanggup menjangkau seluruh relung-relung kehidupan. Sebab media ini tak sekedar menjadi wahana komunikasi internal kita saja, namun harus mampu menjadi cakrawala baru yang memperkaya dan memperluas wacana setiap pembacanya. Ia harus menjadi semacam busur yang meluncurkan kita semua menuju masa depan yang lebih gemilang. Oleh karena itu, peluncuran Selapa News ini harus dimaknai sebagai suatu tantangan baru. Sebuah tanggung jawab baru, menuju era baru. Sebab, pertautan kita di sini, di kawah Candra Dimuka bernama Selapa ini, harus tetap mengalir ke masa mendatang. Ia tak sekedar menjadi simpul yang menambatkan kita, namun juga sebagai mata rantai yang meng¬hubungkan kita ke masa mendatang, ke sebuah era baru yang kita cita-citakan bersama. Tanpa kesadaran dan budaya peningkatan kualitas, era baru yang hendak dituju hanya akan menjadi fatamorgana belaka. Oleh ka¬re¬nanya kita harus senantiasa berada dalam perbuatan, dalam merenung dan merasakan. Tepatnya, dalam laku. Seperti yang dikatakan oleh Mangkunegara IV, ngelmu iku, kalakone kanti laku. Melalui Selapa News ini pula kita dapat mengukur, seberapa jauh pe¬rjalanan yang telah kita tempuh, seberapa banyak yang telah kita raih, seberapa besar sum¬bangsih yang telah kita berikan dan seberapa dalam pe¬ngab¬dian yang rela kita per¬sem¬bahkan, untuk berdiri paling depan di semenanjung harapan sebagai seorang Bha¬yangkara negara. Waktu jua yang kelak akan membuktikannya. Selamat atas pelun¬curan Selapa News ini dan selamat menyusuri se¬gala liku edisi perdana ini.(*) |
|
| Terakhir kali diperbaharui ( Minggu, 01 Oktober 2006 ) |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
| Pencarian Data |
|---|
| Artikel Terbaru |
|---|






