|
Perubahan demikian cepat terjadi. Di bidang ekonomi misalnya, air yang dulu kita minum dengan cuma-cuma, kini telah menjadi komoditas. Bahkan ada harganya yang lebih mahal dari seliter BBM. Bulan lalu dunia ilmu pengetahuan dikejutkan dengan keputusan dicabut status Pluto jajaran Planet Tata Surya. Sehingga implikasinya harus berubahnya semua buku-buku dan eksiklopedi lama menjadi usang. Dari hari demi hari perubahan berjalan terus. Kemajuan ilmu pengetahuan yang langsung diterapkan dalam kehidupan nyata telah mengubah segalanya, termasuk tata nilai yang ada di masyarakat.
Dan perubahan tidak saja terjadi dalam bidang pengetahuan, namun juga dalam bidang bisnis dan pemerintahan. Polri sendiri, misalnya, kini bukan lagi bagian dari militer dengan adanya pemisahan dari ABRI tahun 1999 lalu.
Dalam dunia pendidikan juga terjadi perubahan yang sangat signifikan. Proses belajar dan mengajar berubah drastis. Citra lembaga pendidikan sejenis perguruan tinggi tidak lagi tua, serius, berat dan tidak ada kehidupan. Namun kini, menjadi muda, energik, sekolah bukan lagi mempertua diri melainkan meningkatkan kapasistas dan kapabalitas dengan menyenangkan.
Penampilan gedung-gedung lembaga pendidikan tak lagi kusam, besar dan bercorak ornamentalis, tapi lebih baru, segar, minimalis dan multifungsi. Pengajar yang otoriter, dominan dan menjemukan tak lagi populer dan dijauhi. Kini, pengajar lebih demokratis, partisipasif, bergaya muda, dan smart. Dan dalam menyampaikan tak lagi klasik dan serius namun dialogis, keterlibatan, mempermudah, menyenangkan dan IT-based.
Artinya perubahan sudah menjadi keharusan, sebagaimana disebutkan dalam kata bijak bahwa tiada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri. Dan perubahan sendiri adalah cerminan dari sebuah kehidupan dan di dalamnya terkandung suatu harapan. Sebagai bagian dari dunia yang terus berubah, Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa) Polri yang salah satu tugasnya menyiapkan calon-calon pemimpin Polri, tidak bisa mengelak juga harus siap menghadapi tantangan zaman.
Saat ini perubahan besar tengah berlangsung di Selapa Polri. Yaitu, perubahan mewujudkan Selapa menjadi pusat keunggulan (center of excellence). Yang muaranya adalah Selapa dapat bersanding dengan lembaga pendidikan modern lainnya, terutama menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
Adalah Brigjen Pol Drs Budi Gunawan SH Msi yang memimpin perubahan ini. Sebagai pejabat yang baru diangkat menjadi Kepala Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa), Budi Gunawan mendapat wejangan dari Kapolri Jenderal Polisi Drs Sutanto. Kapolri menilai Selapa harus ada perubahan agar menghasilkan lulusan yang cakap. Kapolri merasakan sekali kemampuan analisis level first liner supervisor maupun middle Manager masih memprihatinkan. Ini dilihat dari penanganan kasus-kasus amuk massa yang terjadi, seperti dalam kasus-kasus Maluku dan Abepura. Kepemimpinan pada tingkatan menengah ini sangatlah penting, karena diharapkan dapat menjawab tugas-tugas yang belum terselesaikan pada level dasar, sehingga mempermudah level diatasnya, guna terus berkonsentrasi pada tataran konseptualisasi dan pengawasan.
"Pentingnya level menengah ini dalam sebuah manajemen sudah kita buktikan bersama, bahwa semua tim piala dunia yang lolos babak penyisihan adalah mereka yang memiliki barisan tengah yang sangat kuat. Termasuk di dalamnya adalah si jangkung botak Zinedine Zidane, yang terkenal dengan tandukan mautnya itu," ujar Budi.
Mengadopsi dari berbagai lembaga pendidikan, baik di dalam negeri-maupun luar negeri, beberapa waktu setelah dilantik menjadi Kepala Selapa, Budi Gunawan mencanangkan perubahan di Selapa yang dia beri nama Selapa Menuju Era Baru. Era baru yang dimaksud adalah era Selapa lebih unggul, bisa bersaing dan menjadi perhitungan.
Tak ingin setengah-setengah, yang ingin diraih Selapa adalah kualifikasi lembaga pendidikan unggul yang modern. Bobot lembaga pendidikan modern dinilai dari tiga aspek. Yaitu pertama aspek tampilan fisik, estetika bangunan gedung dengan segala fasilitasnya, kedua tampilan ilmiah yaitu produk ilmiah yang dihasilkan melalui jurnal ilmiah, riset ilmiah, bulletin, majalah, website dan sebagainya. Serta yang ketiga penggunaan tekhnologi, parameternya adalah tekhnologi yang dipakai.
Ketiga hal itu kini tengah dibangun di Selapa. Secara fisik, Selapa kini melakukan pembenahan. Ini misalnya dapat dilihat dengan adanya pembangunan fisik. Langkah pertama dilakukan pembenahan di bagian depan. Sekarang ini para tukang tampak bekerja memperbaiki pagar, mendirikan gerbang, serta merehab aula utama. Dan disamping aula kini tengah dibangun sebuah gedung bertingkat seluas tiga ratus meter persegi, yang nantinya akan dipersiapkan menjadi knowledge centre.
"Pemilihan bangunan di depan itu hanya untuk skala prioritas saja, karena kita ingin membangun brand, agar keberadaan Selapa lebih mudah diketahui dibanding sekarang," aku Budi yang menyatakan pembenahan masalah bangunan akan terus dilakukan secara bertahap.
Sementara untuk produk ilmiah Selapa akan menerbitkan Jurnal Ilmiah, Majalah Selapa News, dan Website. Junal ini akan memuat tulisan-tulisan ilmiah dalam ilmu kepolisian, serta pemikiran-pemikiran strategis yang sedang berkembang dalam lembaga Selapa, termasuk gagasan dan konsepsi berbagai kalangan di dalam dan luar Polri, guna memajukan Polri dan ilmu Kepolisian. Jurnal ini antara lain akan berisi hasil-hasil penelitian lapangan dan kepustakaan, termasuk ringkasan Taskap terbaik para siswa Selapa. Jurnal ini akan ditangani oleh sebuah Dewan Pemeriksa yang setidaknya beranggotakan para perwira berpendidikan Strata-2 (S-2) dan berpangkat Komisaris Besar Polisi, serta pakar-pakar dari dalam dan luar Selapa sendiri yang memiliki integritas atas kemajuan Ilmu Kepolisian di Indonesia. Dewan ini diangkat oleh pimpinan Selapa guna menjalankan tugas secara profesional.
Secara bertahap jurnal ini akan diakreditasikan pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan ditulis dalam dwi-bahasa, guna meningkatkan komunikasi antara Polri dengan mitra tugasnya di luar negeri.
Sementara majalah Selapa berisikan berbagai berita dan informasi terkini mengenai Selapa, yang sifatnya informatif dan memperkuat komunikasi yang sedang dibangun dalam Polri. Buletin ini disebarkan ke berbagai kalangan dalam organisasi Polri, sehingga menjangkau personil Polri yang bertugas dalam berbagai satuan kewilayahan.
Website atau portal ini berisikan jurnal Ilmiah Selapa dan buletin komunikasi Selapa yang dapat dibaca oleh masyarakat luas melalui internet. Forum ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi dan kinerja Selapa di dalam dan luar Polri, serta menjalin kemitraan dengan berbagai kalangan di dalam dan luar negeri.
Sementara untuk pemakaian tekhnologi Selapa menyesuaikan diri dengan tekhnologi modern seperti internet dan multimedia, meningkatkan infrastruktur kolektivitas universiti seperti Wi-Fi, LAN dan WAN sehingga mendapatkan akses lebih luas ke content-content yang tersedia di internet dan intranet kampus Selapa.
Dalam perubahan ini pula secara kelembagaan Selapa Polri akan secara bertahap mengembangkan wawasan keluar (outward looking), di mana Selapa akan bersikap terbuka, dan mengambil manfaat dari kemajuan yang telah diperoleh lembaga kepolisian negara lain. Guna mencapai tujuan ini, secara bertahap Selapa menyetarakan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengajaran dengan peringkat lebih international, setidaknya pada level ASEAN.
Secara bertahap perkuliahan pun akan menggunakan kombinasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggeris. Guna keperluan ini, maka tidak mustahil jangka panjang akan dilakukan pertukaran pelajar dan dosen, dengan sesama ASEAN.
Dalam bidang kurikulum, kurikulum Selapa di masa depan akan semakin berbasis ‘information and technology’ (i-t), seperti internet dan multimedia; padat dengan simulasi pengambilan keputusan para pimpinan negara dan pimpinan Polri di tingkat pusat dan daerah; semakin peka atas integrasi antara tugas pokok Polri dengan dinamika reformasi; termasuk mampu mengkaji pengalaman kepolisian negara-negara lain untuk kasus-kasus bersama. Maksud dari metode interaktif adalah sebanyak mungkin menggunakan media elektronik seperti dokumentasi film dan televisi, serta berdialog langsung dengan para pakar atau tokoh yang berada di luar gedung, termasuk di dalam maupun di luar negeri, dengan menggunakan perangkat 'video-conferencing' dan 'teleconferencing'.
Kemudian Selapa Polri akan melakukan sinergi dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta di dalam negeri, guna mendirikan sebuah perpustakaan berbasis informasi dan teknologi, guna mempercepat perolehan dan penyebaran informasi. Dalam skala yang lebih luas, informasi ini dapat digunakan sebagai bank data guna mempercepat riset, dan pengambilan keputusan strategis. Selapa Polri perlu merancang sebuah sistem data elektronik, yang tidak saja mengkomunikasikan kurikulum yang sedang kita bangun, namun juga mempublikasikan hasil-hasil penelitian para siswa, agar dijadikan wahana mencerdaskan masyarakat luas. Selapa Polri perlu memperbanyak penelitian mandiri, sehingga mampu melahirkan teori-teori kepolisian yang asli Indonesia, yang tidak saja dapat menjawab kebutuhan nasional, namun juga merupakan sumbangan Polri bagi dunia kepolisian.
***
Perubahan era baru di Selapa, nampaknya mendapat sambutan hangat di kalangan Selapa sendiri. Ini misalnya dapat dilihat dari peningkatakan kinerja para staf Selapa. Dan rasa kebersamaam dan keinginan lebih unggul nampak dilihat dari berbagai kegiatan peningkatan kualitas yang dilakukan kepada staf Selapa, misalnya dalam pelatihan motivasi dan pelatihan peningkatan kualitas gadik.
Namun tidaklah mudah melakukan perubahan. Karena selain faktor fisik terdapat juga unsur manusia dan juga unsur dana. Budi sendiri mengakui, bahwa terdapat perbedaan besar antara merencanakan dengan melaksanakan sebuah rencana.
"Kami akui juga, bahwa kualitas perencanaan dan pelaksanaan akan sangat tergantung pada sistem manajemen yang sedang kita bangun bersama, sehingga menuntut peran serta seluruh jajaran Selapa, dan juga para siswa pendidikan reguler saat ini," katanya. Namun dia optimis. Karena, setebal apapun batu, namun akan bolong juga jika terus ditetesi air.(*)
|